MODUL 1 – INTRODUCTION TO THEOLOGY

Sesi – #1

 Mengenal lebih jauh

Program Pelatihan Teologi

Apa yang dimaksud dengan teologi dan mengapa saya harus peduli.

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

=Matius 22:37 =

Tujuan: 
Menjelaskan secara detil keseluruhan Program Pelatihan Teologi (PPT) agar supaya peserta benar-benar menyadari manfaat besar yang akan diperoleh jika mengikuti program ini secara penuh dan seksama serta menumbuhkan komitmen yang tinggi dan dengan segenap hati serta kekuatannya, menyediakan waktu untuk  menghadiri setiap sesi yang dijadwalkan.

Bagian ini dirancang secara khusus untuk mempersiapkan anda agar dapat terlibat lebih jauh lagi ke dalam program pelatihan ini. Sebelum anda dapat merasakan manfaat yang besar dari program ini, anda perlu memahami keberadaan diri anda sendiri, yang tanpanya seringkali menjadi penghalang bagi anda dalam membangun komitmen yang cukup untuk mengikuti program ini dengan sungguh-sungguh.

Hal ini berkaitan dengan mengubah sudut pandang kita yang kerap kali meremehkan pentingnya kita diperlengkapi secara alkitabiah di dalam membangun pola pikir kita. Rasul Paulus menekankan hal ini dengan perintah untuk mengubah cara berpikir kita di dalam surat Roma 12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Anda bukan hanya akan melihat kedalaman dari pelatihan teologi ini tetapi juga disajikan secara komprehensif dan mendalam namun sederhana agar dapat mudah untuk dimengerti oleh anda. Di dalam pembahasan tiap-tiap topik, bagian demi bagian dilakukan secara bertahap yang akan menuntun anda selangkah demi selangkah ke dalam pengetahuan yang lebih lengkap.

Berikut ini adalah merupakan beberapa contoh dari pertanyaan-pertanyaan yang akan dicakup melalui topik-topik yang akan dibahas dalam modul pendahuluan ini:

  • Siapakah anda dan untuk apa anda disini?
  • Apakah yang dimaksud dengan Program Studi ini?
  • Apa yang dimaksud dengan teologi?
  • Siapa yang dimaksud dengan seorang teolog?
  • Bagaimana anda berteologi setiap hari?
  • Apakah yang dimaksud dengan Program Studi ini?
  • Apa yang dimaksud dengan teologi?
  • Bagaimana anda berteologi setiap hari?
  • Bidang apa saja yang ada dalam teologi?
  • Apa yang dimaksud dengan proses teologi?
  • Apa yang dimaksud dengan epistemologi?
  • Apa yang dimaksud dengan postmodernisme?
  • Pertanyaan apa yang ditanyakan oleh orang-orang postmodern?
  • Apa yang menjadi pandangan kebenaran dari postmodern?
  • Apa yang menjadi pandangan kebenaran dari kekristenan?
  • Kebenaran apa yang relatif dan yang objektif?
  • Kebenaran-kebenaran apa yang esensial bagi ortodoksi?
  • Seberapa yakin Anda dengan apa yang Anda percayai?
  • Perbedaan apa yang esensial dalam Roma Katolik, Eastern Ortodoksi dan Protestanisme?
  • Mengapa terdapat banyak denominasi gereja protestan?
  • Apa saja perbedaan dari sumber-sumber dan dasar-dasar dari kebenaran?

  • Apa kelebihan dan kekurangan dari sumber-sumber dan dasar-dasar kebenaran tersebut?
  • Bagaimana perbedaan sumber-sumber dan dasar – dasar kebenaran ini membentuk cara kita berteologi?
  • Apakah Allah masih berbicara sampai saat ini?
  • Bagaimana pandangan para Continuationist terhadap nubuatan?
  • Bagaimana pandangan Hard-Cessationist terhadap nubuatan?
  • Bagaimana pandangan Soft-Cessationist terhadap nubuatan?
  • Bagaimana kita melakukan teologi kita di dalam konteks situasi yang bemunculan?
  • dan masih banyak lagi …

Menetapkan “Aturan Permainan”

Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

(Matius 13:23).”

MENGAPA ANDA ADA DISINI?

Di bawah ini adalah merupakan beberapa alasan yang mungkin menggambarkan motivasi anda untuk terlibat lebih dalam mengenal program pelatihan teologi ini. Apapun yang menjadi motivasinya, anda akan menemukan bahwa program ini adalah merupakan tempat yang tepat di mana anda dapat memiliki kesempatan yang baik dari tiap-tiap bagiannya untuk menghadapi setiap pergumulan terhadap isu-isu yang sedang anda hadapi.

  1. Anda seorang Praktikal. Anda ingin mengubah cara bepikir anda untuk secara praktis sanggup menjalankan apa yang anda imani lebih dalam lagi, secara benar dan bertanggung jawab.
  2. Anda seorang yang takut. Anda merasa tidak cukup pintar untuk mengerti permasalahan seputar teologi. Anda ada disini hari ini dan besok anda sudah tidak ada lagi.
  3. Anda sudah tahu semuanya. Anda hanya ada disini untuk melihat-lihat dan menambah apa yang mungkin masih kurang.
  4. Anda seorang fundamentalis. Anda berada disini merasa perlu untuk melihat apakah ada yang menyimpang dari pengajaran-pengajaran yang benar (ortodoksi).
  5. Anda seorang yang membutuhkan jawaban. Anda memiliki banyak pertanyaan-pertanyaan. Anda berada disini bukan untuk melakukan teologi dalam komunitas tetapi untuk diri pribadi sendiri.
  6. Anda seorang tradisionalis. Anda berada disini ingin belajar, tetapi pandangan yang ada pada diri Anda sudah mengikat Anda. Anda berada disini hanya untuk meyakinkan bahwa apakah pandangan Anda sudah benar.
  7. Anda bukan seorang yang sudah percaya. Anda berada disini untuk berdebat.
  8. Anda seorang yang sedang bergumul. Anda percaya kepada Kristus, tetapi masih banyak pertanyaan dan keraguan. Anda merasa inilah tempatnya untuk menemukan jawaban atas keragu-raguan tersebut.
  9. Anda seorang yang ingin tahu. Anda tidak yakin mengapa Anda berada disini, Anda hanya memiliki rasa keingin-tahuan apa yang dapat anda temukan di tempat ini.

Apapun yang menjadi latar belakang atau alasan anda untuk mengambil bagian di dalam pelatihan teologi ini, anda akan memahami sebuah kenyataan bahwa semuanya itu adalah merupakan fakta atau kenyataan hidup yang harus kita gumuli. Program Pelatihan Teologi ini akan membantu anda untuk mencapainya.

KEUNIKAN PROGRAM TEOLOGI INI:

Sederhana Namun Komprehensif

Program ini merupakan sebuah program studi teologi yang intensif, didesain bagi orang-orang yang sibuk yang mungkin tidak pernah dapat belajar di seminari namun menginginkan pelatihan teologi yang dalam dan lengkap. Disamping beberapa subyek besar lainnya, baik biblika dan spiritual, dimana orang Kristen dapat dan perlu untuk belajar, fokus studi ini ada pada enam pelatihan khusus dari Teologi Sistematika. Kerinduannya adalah untuk mengajarkan bagaimana berpikir dengan membuka pikiran anda terhadap pandangan-pandangan yang beragam, belajar dari sejarah, bergumul dengan isu-isu yang sulit, dan dengan murah hati terlibat dalam dunia yang relatifistik dan postmodern yang terus meningkat.

MISI:

Memperbaharui cara berpikir dan mengubah sikap hidup dengan memberikan tuntunan yang terarah melalui sebuah studi sejarah dan alkitabiah dari teologi Kristen.

TUJUAN:

Tujuannya bukan sekedar mengajarkan sebuah teologi atau doktrin yang baik (sekalipun hal itu penting, peserta akan melihat dan merasakan serta sanggup menyimpulkan apa itu teologi yang baik dalam setiap pelajaran yang diikuti),lewat pelatihan ini, anda akan diajarkan untuk: berpikir dengan baik dan benar, sesuai dengan prinsip-prinsip yang Alkitabiah.

Apa yang menjadikan Program Teologi ini berbeda:

  1. Desain Program yang dirancang secara Khusus (Intentional Program Design).
  2. Pelajaran yang Dalam (Intensity in Studies).
  3. Pendekatan Teologi yang Damai, menghargai perbedaan yang ada (Irenic Teology).
  4. Pembahasan yang Komprehensif (Comprehensive Coverage).
  5. Melakukan Teologi dalam Komunitas, kebenaran hanya dapat ditemukan lewat pergumulan dalam tubuh Kristus lainnya (Doing Theology in Community)

1.  PROGRAM STUDI INI DIRANCANG SECARA KHUSUS:

  • SEDERHANA NAMUN KOMPREHENSIF. Menyajikan ulasan yang Sederhana TETAPI Komprehensif   berkaitan dengan isu-isu penting dalam kekristenan baik masa kini, maupun dalam perkembangan historikal dimana setiap orang kristen perlu mengetahuinya.
  • MEMPERTANGGUNG JAWABKAN IMAN PERCAYA KITA. Sebagai sarana untuk mempertanggung-jawabkan iman percaya kita dalam Komunitas: “Why you believe what you believe.”
  • PROGRAM INTENSIF. Program Intensif (bobot tinggi): Pemahaman teologia yang dalam.
  • ‘HOW TO THINK.’ Bagaimana kita menggunakan akal pikiran kita di dalam memperoleh suatu kebenaran yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan kepastiannya.

Tujuan Utamanya adalah mengajarkan bagaimana kita harus berpikir dengan cara membuka pola pikir kita tentang apa yang kita percayai, termasuk perbedaan-perbedaan pandangan, belajar dari sejarah perkembangan kekristenan, menghadapi isu-isu yang sulit dan bagaimana secara bijaksana menghadapi perkembangan dunia masa kini (Postmodern view).

2.  INTENSITAS DALAM PENDIDIKAN

Gereja seharusnya memiliki sebuah program pendidikan teologi yang sistimatis dan intensif, dalam bentuk kelas interaktif sehingga dapat memberikan jemaat sebuah kesempatan untuk belajar tentang apa yang mereka percayai dan mengapa mereka mempercayainya. Sebab pengajaran yang dilakukan lewat khotbah-khotbah setiap minggu tidak cukup memadai dan memiliki beberapa keterbatasan oleh karena sifat dan tujuan dari khotbah itu sendiri berbeda dengan pendidikan intensif.

Salah satu contohnya adalah tidak adanya kesempatan untuk jemaat mengajukan pertanyaan-pertanyaan di dalam sesi khotbah dan kesempatan untuk melakukan diskusi yang interaktif. Beberapa program pendalaman Alkitab (PA) baik dalam pertemuan kecil ataupun komsel pada umumnya bersifat sporadis atau tidak sistimatis secara tahap demi tahap dengan mengangkat isu-isu tertentu sehingga sulit bagi peserta untuk membangunnya menjadi sebuah fondasi yang lengkap dan saling berhubungan satu topik dengan topik yang lainnya.

Dalam khotbah, jemaat tidak memiliki komitmen yang sama berkaitan dengan tuntutan kehadirannya. Dalam kelas interaktif, peserta dituntut untuk berkomitmen bukan hanya di dalam kehadirannya melainkan juga tugas-tugas seperti membaca buku, membuat makalah, studi kasus, tuntutan untuk mendapatkan nilai yang baik dan lain sebagainya.

Khotbah pada dasarnya bersifat ibadah yang memberikan dorongan untuk jangka pendek dalam hal memberikan motivasi atau dorongan dalam minggu yang berkaitan. Sedangkan dalam kelas interaktif, peserta lebih ditekankan pada membangun fondasi teologi seumur hidup, perubahan dalam jangka panjang dan sifatnya memberikan pendidikan, pengetahuan yang akan mengubah cara berpikir mereka. Biasanya dalam khotbah tidak terjadi diskusi dua arah seperti yang dapat di lakukan di dalam kelas-kelas interaktif. Program Pelatihan Teologi ini didesain secara khusus dan sistimatis dimana peserta akan membangun pemahaman dari dasar, membentuk fondasi yang kokoh terlebih dahulu, langkah demi langkah dibangun sampai pada pembentukan iman yang lebih kuat dan bertanggung jawab.

3.  IRENIC THEOLOGY (Berteologi dengan Cara yang Damai):

ISTILAH-ISTILAH PENTING:

Berikut ini adalah merupakan istilah-istilah penting yang perlu diketahui dimana seseorang melakukan teologi berkaitan dengan sifat-sifatnya:

Irenic Theology: Berasal dari kata Yunani: εἰρήνη (eirene) yang artinya “damai.” Berteologi dengan cara yang damai. Di dalam setiap pertemuan, diskusi tentang isu-isu dihadirkan  dengan cara yang damai. Setiap argumentasi disajikan dengan mewakili setiap pandangan dengan porsi yang adil dan imbang sekalipun Anda tidak setuju dan berlawanan dengan pandangan Anda. Inilah yang menjadi penekanan utama dalam program ini, sehingga anda bukan hanya memahami alasan dari banyaknya perbedaan-perbedaan yang ada tetapi juga dapat menyikapinya dengan kemurahan hati.

Polemic Theology: Berasal dari kata Yunani: πόλεμος (polemos) yang artinya: “perang.” Berteologi dengan cara seperti melakukan penyerangan di dalam gereja, berbicara secara profetik menentang mereka yang tidak sepaham.

Apologetic Theology: Berasal dari kata Yunani: ἀπολογία (apologia) yang artinya “pembelaan.” Berteologi dengan cara mempertahankan iman percaya Anda kepada orang-orang diluar gereja yang menentang apa yang Anda percayai.

Di dalam melakukan teologi, segala sesuatunya harus dimulai melalui pendekatan yang irenic (dengan cara damai), hal ini bertujuan untuk mendengarkan alasan maupun argumentasi di balik keyakinan seseorang. Dengan demikian kita berusaha untuk memahaminya dan kemudian melakukan argumentasi yang dapat membangun satu dengan yang lainnya. Melalui pendekatan yang irenic, seseorang selanjutnya dapat menggunakan pendekatan Polemic maupun Apologetic bergantung kepada perkembangan argumentasi terhadap isu-isu yang sedang dibicarakan.

MEMBANGUN IMAN PERCAYA YANG KOKOH

4.  PEMBAHASAN/CAKUPAN YANG KOMPREHENSIF.

Di dalam program ini, setiap pertemuan akan mendiskusikan isu-isu besar yang relevan, masa kini maupun sejarahnya yang harus diketahui oleh umat percaya. Dimulai dengan membangun dasar yang kokoh sebagai fondasinya (Pengenalan Teologi/Introduction to Theology), Menemukan metode yang baik dan tepat di dalam mempelajari Firman Tuhan sehingga menghasilkan pandangan-pandangan yang Alkitabiah. Bagaimana kita seharusnya berpikir secara teologis terhadap isu-isu yang ada. Dilanjutkan dengan membangun pilar-pilar utama di dalam iman kekristenan: pemahaman yang mendalam terhadap Alkitab sebagai sumber otoritas tertinggi dari setiap tindakan maupun keyakinan iman kekristenan dan bagaimana cara menafsirkannya dengan baik dan benar (Bibliologi). Memahami ketritunggalan Allah dan membuktikan keilahian Yesus dan Roh Kudus (Trinitarianisme). Tujuan Allah menciptakan manusia dan bagaimana dampak dari dosa terhadap seluruh maksud dan rencana Allah dalam penciptaan (Manusia dan Dosa). Bagaimana kemudian rencana keselamatan yang Allah sediakan bagi dunia (Keselamatan). Apa tujuan Allah mendirikan gereja di bumi dan bagaimana kesudahan dari segala sesuatunya (Gereja dan Akhir Jaman). Dengan demikian anda akan diperlengkapi secara menyeluruh dari isu penciptaan sampai pada akhir jaman (Kitab Kejadian sampai dengan Wahyu). Semua ini akan menjadi bangunan iman yang kokoh buat anda sebab iman timbul dari pengertian akan kebenaran Firman Tuhan (Rom. 10:17).

5.  BERTEOLOGI DALAM KOMUNITAS.

Berpegang pada sebuah keyakinan bahwa Kebenaran TIDAK DITEMUKAN dalam satu individu atau kelompok individu tertentu melainkan DITEMUKAN di dalam KOMUNITAS individu/kelompok individu yang diiluminasikan (pencerahan) oleh Roh Kudus. Oleh karena itu Tubuh Kristus, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal memberikan kontribusi dalam memahami teologi yang bertanggungjawab, membangun dan membentuk dari perspektif dan pengalaman sejarah yang berbeda-beda dan saling memperlengkapi satu dengan yang lainnya.

… klik tombol “Next” untuk masuk ke sesi selanjutnya …